Rabu, 06 Mei 2020

DRAMA DAN UNSUR PEMBANGUNNYA

A. Pengertian drama
Secara etimologis, kata “drama” berasal dari yunani “dran” yang berarti berbuat. Orang yunani menyebut kata drama “draomai” berarti perbuatan meniru. Menurut morris, “drama term derived from greek verbs, ‘dran ‘ meaning ‘act’ to ‘do’ maksudnya adalah drama dari kata kerja dran yang berarti berbuat. Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan.
Secara sederhana, makna dapat pula bermakna peran. Drama merupakan peran mimetik, yaitu peran dalam peniruan atau representasi tentang perilaku kemanusiaan. Drama tidak hanya sekadar bentuk sastra, tetapi dalam drama yang terpenting adalah penggarisbawahan peran. Perwujudan drama adalah kehadiranunsur-unsur yang terletak di luar jangkauan kata-kata dan harus dilihat sebagai peran. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa drama merupakan karya tulis sastra (lakon) yang dapat dipentaskan, berisi dialog dan perbuatan dalam suatu situasi tertentu.
B. Unsur-Unsur Drama
Menurut kamus bahasa Indonesia edisi V unsur memiliki makna bagian tekecil dari kelompok yang besar. Sedangkan drama memiliki definisi komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang akan dipentaskan. Sehingga yang dimaksud dengan unsur-unsur drama ialah bagian terkecil atau pendukung dalam suatu pementasan drama yang membantu agar pementasan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memiliki kedan tersendiri bagi penonton. Dalam suatu pementasan tanpa adanya unsur-unsur pendukung maka pementasan tersebut tidak akan menarik dan terkesan tidak natural atau tidak realis. Pada kenyataannya dalam setiap unsur-unsur pementasan memiliki peran penting bagi actor drama tersebut Karena setiap unsur-unsur pementasan memiliki peran penting bagi actor drama tersebut karena setiap actor menjalankan perannya maka actor tersebut harus memiliki motivasi dalam bertindak dan berfikir secara logis dalam menggunakan unsur-unsur tersebut.
1. Unsur Intrinsik Drama
Adalah unsur-unsur pembentuk drama dari dalam. komponen-kompenen yang termasuk sebagai unsur intrinsik drama antara lain adalah:
a. tema
Tema dalam drama merupakan salah satu unsur intrinsik drama. Pengertian tema pada drama merupakan ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama. Bisa dibilang bahwa tema adalah gagasan pokok dari keseluruhan isi cerita dalam drama.
b. Alur
Dalam drama juga terdapat alur cerita. Yang dimaksud alur dalam drama adalah jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama mulai babak pertama hingga babk terakhir. Alur disebut juga dengan istilah plot. Umumnya alur cerita dimulai dari tahapan eksposisi, komplikasi, klimaks dan resolusi.
c. tokoh
Yang dimaksud tokoh yaitu pemeran yang ada dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi beberapa jenis misalnya seperti tokoh protagonist atau tokoh utama serta tokoh figuran yang menjadi peran pembantu.
Terdapat pula unsur penokohan atau perwatakan. Unsur ini dapat dilakukan dengan menyebutkan langsung didalam cerita (analitik) maupun tidak langsung (dramatik).
d. Latar/setting
Latar terdiri dari latar tempat untuk menggambarkan lokasi drama, latar waktu untuk memberi info kapan terjadinya adegan dalam drama serta latar situasi untuk menjelaskan suasana dalam cerita di drama tersebut.
e. Dialog
Dialog merupakan serangkaian percakapan dalam cerita. Cialog bisa terdiri satu tokoh denga  tokoh lain, bisa juga berupa dialog sendiri atau disebut sebgai monolog, adanya dialog memberi penjelasan terkait jalannya cerita, biasanya juga disertai gaya atau mimic wajah.
f. bahasa
Bahasa merupakan kata-kata yang digunakan dalam percakapan cerita drama. Bahasa juga bisa menggambarkan watak tokoh, latar, maupun peristiwa yang sedang terjadi.
g. Konflik
Konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi pada suatu drama. Adanya konflik menjadi inti permasalahan yang ada dalam drama. Dalam sebuah drama bisa terjadi 1 konflik atau bahkan lebih.
h. Amanat
Yang tak kalah penting dalam unsur-unsur drama adalah amanat. Yang dimaksud amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada penonton. Amanat drama atau pesan disampaikan melalui peran para tokoh dalam cerita drama.
2. unsur ekstrinsik drama
Merupakan unsur-unsur pembentuk drma dari luar. Komponen-komponen yang termasuk sebagai unsur ekstrinsik drama antara lain adalah:
1. Latar belakang pengarang
2. Nilai agama dan kepercayaan
3. kondisi politik Negara
4. Psikologis pengarang
5. Situasi sosial budaya
Hal-hal diatas termasuk unsur ekstrinsik drama, hal-hal tersebut menjadi faktor luar yang mempengaruhi dibuatnya suatu drama. Misalnya pengarang, tentu berbeda-beda, sehingga menghasilkan kara drama yang berbeda-beda pula antar satu pengarang dengan pengarang lain. Nilai-nilai lain seperti nilai agama, politik, social dan budaya juga turut mempengaruhi drama. Hal ini melandasi jalan cerita hingga perwatakan yang dibuat oleh pengarang. Kondisi psikologis pengarang juga turut menjadi unsur ekstrinsik drama yang cukup penting.

rumahku bak jahannam

mungkin setia orang menginginkannya
mengkin semua orang kira bahagia
hanya aku yg merasakan derita
hanya aku yg dirasa sengsara
rumahku bagaikan api
membakar seluruh jiwaku
hempasan barang yg tiap hari aku dengar
perkelahian sering aku saksikan
rumahku bagaikan neraka bagik
bukan kepalang
aku serasa bak kotoran
yg tergeletak di pinggir tong pembuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar